Thursday, July 22, 2010

Pilih Warna Sesuai Peran

Di Saat akan menghadiri suatu acara pernikahan atau pesta, seringkali kita dihadapkan pada kebingungan yang sama tentang pilihan warna gaun pesta atau padanan kebayanya.Hal ini juga kita alami ketika hendak menjahit gaun pesta atau kebaya modern yang harus memadu madankan warna, kita mesti hati-hati agar tidak terlihat aneh atau terlalu mencolok sehingga tidak sesuai dengan acaranya.
Warna Sesuai Peran
Warna Sesuai Peran
Prioritas utama yang mesti diingat adalah peran apa yang kita jabat di pesta tersebut? Apakah kita orang tua mempelai? Ataukah kita salah satu keluarga dalam? Apakah kita teman dekat empunya pesta atau hanya undangan biasa?
Dengan mengetahui peran kita di pesta tersebut, akan lebih mudah menentukan langkah berikutnya.
Jika kita berperan sebagai orang tua pengantin yang nota bene adalah penyelenggara pesta tersebut maka kita boleh memilih warna dan paduan yang agak lebih glamour daripada para undangan. Hal ini terutama membedakan antara sang empunya acara dengan tamu. Namun jangan lupa utk menyesuaikan dengan tempat dan waktu diadakannya acara pesta pernikahan tersebut. Mis: Hotel atau Gedung biasa. Acara pemberkatan di Gereja, Vihara atau Ijab Kabul di rumah.
Warna-warna umum yang dipakai untuk orang tua mempelai adalah merah, marun, hijau keemasan, ungu tua/lilac dan emas. Banyak bahan baju pesta kain/tekstil sekarang memberikan pilihan-pilihan warna yang seturut gradasi warna-warna di atas dan dapat dikombinasikan untuk menghasilkan padanan gaun yang sesuai selera.
Jika kita adalah salah satu kerabat dalam seperti ipar atau saudara kandung pengantin, kita juga boleh memilih warna yang lebih kuat untuk mengesankan kemewahan serta mencuri perhatian. Warna-warna yang agak lebih soft dan kalem juga bisa dipilih dengan padanan payet atau kristal yang berkilau.
Warna Sesuai Peran
Warna Sesuai Peran
Pada umumnya, warna-warna untuk mempelai, orang tua mempelai, dan kerabat dalam, akan lebih baik bila masih dalam satu kesatuan gradasi warna atau warna tema dekorasi yang dijadikan warna dominan dalam tata dekorasi ruang pesta itu. Karena ini nanti akan tampak berpengaruh saat mengambil foto keluarga.
Sebagai undangan, kita mesti melihat apakah hubungan kita dengan pemilik pesta cukup dekat, sebatas teman biasa, atau sebagai rekan usaha. Hal ini terutama dapat diindetifikasikan dari cara pemilik pesta (baik mempelai mau pun keluarganya) memperlakukan kita sehari-hari.
Bagaimana pun, sebagai undangan, ada baiknya kita tidak mengenakan gaun atau padanan kebaya yang terlalu mencolok mata. Pilihan warna-warna netral seperti hitam, perak, putih dan cokelat dengan sedikit warna emas biasanya aman. Alternatif lain adalah warna-warna pastel yang dikombinasikan dengan sedikit warna kuat bisa dijadikan pertimbangan.
Sumber : adhinatalia

Wednesday, July 21, 2010

Tips Memilih Baju Pengantin



Bagi Si Ratu Sehari, gaun pengantin adalah hal yang penting untuk dipikirkan. Ketika semua mata akan memandangnya, yang terlilhat pertama kali adalah gaun lan sang pengantin wanita. Berikut tips membeli gaun yang akan menjadi menemani Anda memasuki lembar baru kehidupan Anda:



1. Riset, riset, riset! Setelah memimpikan pakaian apa yang ingin Anda kenakan, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mencari gaun impian itu di internet, majalah, atau di manapun referensi yang bisa Anda dapatkan.

2. Tentukan siluet Anda. Untuk gaun pengantin, biasanya terdapat beberapa siluet. Pertama, Anda perlu menyadari bagaimana bentuk tubuh Anda, lalu pilihlah siluet terbaik untuk bentuk tubuh tersebut.

a. Ball gown, yang mengembang besar di bagian bawah, cocok untuk segala bentuk tubuh, namun tidak terlihat begitu baik di tubuh mungil. Harus diingat, tipe gaun seperti ini bisa sangat berat dan menyusahkan.

b. A-line, tipe ini biasanya pas di badan, kemudian melebar di pinggang dan membentuk huruf A jika dilihat secara keseluruhan. Secara umum, cocok untuk segala jenis tubuh. Cocok untuk yang ingin menyembunyikan bagian tubuh besar di bagian bawah. A-line tidak memiliki bagian bawah melebar seperti ball gown.

c. Sheath, adalah pakaian yang ketat di badan. Cocok untuk yang bertubuh langsing dan seimbang, karena akan menunjukkan bentuk badan. Jika Anda ada sedikit saja keluhan pada bentuk tubuh, jangan kenakan pakaian tipe ini, karena Anda hanya akan khawatir terhadap bentuk tubuh Anda sepanjang hari.

d. Empire waist, ini adalah bentuk pakaian yang mirip pakaian dewi-dewi Yunani. Potongan pinggangnya jatuh di bawah dada. Cocok dikenakan di acara pernikahan informal dan kasual. Biasanya terbuat dari bahan yang ringan dan melayang.

3. Waktu yang enak untuk mencari pakaian yang tepat untuk Anda adalah di hari kerja, saat tak banyak orang di toko. Anda akan punya waktu cukup luang untuk mencoba beragam pakaian. Jangan takut untuk mencoba karena ini adalah saatnya untuk mencari yang paling tepat untuk Anda.

4. Setelah menemukan rancangan yang paling tepat, kini saatnya mencari pakaian tersebut. Apakah Anda akan membelinya atau membuatnya? Jika Anda memutuskan untuk membeli atau menyewa, ajaklah beberapa orang untuk membantu Anda memutuskan. Mintalah pendapat si empunya toko mengenai model yang akan Anda pilih. Biasanya mereka memiliki bekal pengetahuan mengenai kecocokan warna dengan warna kulit dan model gaun dengan bentuk tubuh.

5. Beri waktu sekitar 4-6 bulan sebelum hari H untuk membeli baju pernikahan Anda. Pikirkan masak-masak sambil mencari di tempat-tempat lain. Jika memungkinkan, ambil foto Anda mengenakan gaun yang disukai sebelum melihat-lihat di tempat lain. Sebelum menentukan bahwa gaun tersebut adalah yang paling cocok untuk Anda, ajak seorang anggota keluarga atau seorang sahabat yang bisa Anda andalkan untuk memberikan penilaian terhadap gaun yang Anda pilih. Perhatikan pula model, ukuran, dan warna yang akan Anda pilih. Jika Anda sudah mantap dengan satu gaun yang tepat, jangan tergiur untuk melihat-lihat lagi, karena fokus Anda bisa terganggu. Perlu diingat, untuk menghindari penyesalan di masa depan, pilihlah gaun pengantin yang elegan dan klasik dan tidak membuat Anda terlalu trendi. Tren akan berlalu, tetapi style klasik nan elegan akan selalu membuat seseorang tampil chic, bahkan ketika anak dan cucu Anda melihat album pernikahan Anda.

6. Jika sudah menemukan baju yang tepat tersebut, lakukan pembayaran awal (down payment). Jangan lupa minta kontrak tertulis di bon yang menjelaskan jenis dan tipe pakaian pengantin Anda lengkap dengan detilnya, kesepakatan bersama, dan tanggal pengiriman atau pengambilan. Setelah menemukan bajunya, jangan lupa seragamkan sepatunya. Pastikan Anda memilih sepatu yang nyaman, karena kemungkinan terbesar Anda akan banyak berdiri dan berjalan. Pastikan kaki Anda tidak kesempitan dan tumit Anda bersandar nyaman.

7. Ambil baju pengantin Anda sekitar seminggu sebelum hari H, agar pakaian tersebut masih dalam kondisi baik, jangan disenderkan di dinding atau dekat dengan AC atau bebauan apa pun, khususnya pewangi ruangan atau semprot nyamuk. Simpan di dalam pembungkusnya yang terbuka sedikit untuk menghilangkan lembab. Kenakan setidaknya 90 menit sebelum acara dimulai untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan.
Sumber: wikihow